Pengikut

Selasa, 01 Juli 2025

Minggu, 10 November 2024

DISKUSI UNTUK MATERI PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN DENGAN PERANMU SEBAGAI PEMATERI.

KEGIATAN KELAS IX A-B DISKUSI UNTUK MATERI PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN DENGAN PERANMU SEBAGAI PEMATERI. Struktur Diskusi: 1. Pembukaan o Salam pembuka dan perkenalan diri sebagai pemateri. o Menyampaikan tujuan diskusi, yaitu membahas mengenai perkembangbiakan tumbuhan. o Mengajak peserta untuk aktif berpartisipasi dalam diskusi. o Menjelaskan secara singkat pentingnya memahami perkembangbiakan tumbuhan bagi kehidupan manusia. 2. Penyampaian Materi o Pengertian Perkembangbiakan Tumbuhan: Jelaskan secara singkat apa itu perkembangbiakan tumbuhan dan tujuannya. o Jenis-Jenis Perkembangbiakan Tumbuhan:  Vegetatif: Jelaskan perkembangbiakan vegetatif alami (umbi lapis, umbi batang, rimpang, tunas, akar tinggal) dan buatan (stek, cangkok, okulasi, sambung pucuk). Berikan contoh tumbuhan masing-masing.  Generatif: Jelaskan perkembangbiakan generatif melalui proses penyerbukan dan pembuahan. Gambarkan struktur bunga sebagai organ reproduksi tumbuhan. o Faktor yang Mempengaruhi Perkembangbiakan Tumbuhan: Jelaskan faktor internal (genetik) dan eksternal (lingkungan) yang mempengaruhi perkembangbiakan tumbuhan. o Penerapan Perkembangbiakan Tumbuhan dalam Kehidupan Sehari-hari: Berikan contoh penerapan perkembangbiakan tumbuhan dalam bidang pertanian, perkebunan, dan pelestarian lingkungan. 3. Tanya Jawab o Buka sesi tanya jawab untuk peserta. o Persiapkan beberapa pertanyaan pemantik untuk memulai diskusi, misalnya:  Apa perbedaan antara perkembangbiakan vegetatif dan generatif?  Apa keuntungan dan kerugian dari masing-masing jenis perkembangbiakan?  Bagaimana cara kita melestarikan tumbuhan langka melalui perkembangbiakan?  Contoh tumbuhan apa yang sering dikembangbiakkan secara vegetatif di sekitar kita? JAWABAN : 1. Perbedaan Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif • Perkembangbiakan Vegetatif: o Terjadi tanpa adanya peleburan sel kelamin jantan dan betina (aseksual). o Individu baru berasal dari bagian tubuh induk, seperti akar, batang, atau daun. o Sifat individu baru sama persis dengan induknya. o Contoh: tunas, umbi, rimpang, stek. • Perkembangbiakan Generatif: o Terjadi melalui peleburan sel kelamin jantan (serbuk sari) dan betina (ovum). o Individu baru berasal dari biji. o Sifat individu baru merupakan kombinasi sifat induk jantan dan betina, sehingga memiliki variasi genetik. o Contoh: penyerbukan pada bunga. 2. Keuntungan dan Kerugian Jenis Perkembangbiakan Keuntungan Kerugian Vegetatif Cepat menghasilkan individu baru, sifat sama persis dengan induk, dapat dilakukan dalam skala besar Kurang variasi genetik, mudah terserang penyakit yang sama Generatif Menghasilkan varietas baru, adaptasi terhadap lingkungan lebih baik Prosesnya lebih lama, membutuhkan banyak energi 3. Melestarikan Tumbuhan Langka Untuk melestarikan tumbuhan langka, perkembangbiakan vegetatif sangat efektif karena: • Cepat menghasilkan banyak individu: Dalam waktu singkat, populasi tumbuhan langka dapat ditingkatkan. • Menjaga sifat asli: Karakteristik tumbuhan langka tetap terjaga. Contoh Tumbuhan yang Sering Dkembangbiakkan Secara Vegetatif • Tanaman pangan: kentang (umbi), bawang merah (umbi lapis), jahe (rimpang), singkong (stek). • Tanaman hias: mawar (stek), aglonema (stek), sansevieria (stek daun). • Tanaman buah: pisang (tunas), nanas (tunas), tebu (batang). 4. Penutup o Rangkum kembali poin-poin penting yang telah dibahas. o Ucapkan terima kasih atas partisipasi semua peserta. o Ajak peserta untuk terus belajar mengenai perkembangbiakan tumbuhan. Pertanyaan untuk Peserta: • Selain yang telah disebutkan, peserta juga bisa diajak untuk memberikan contoh tumbuhan lain yang berkembang biak dengan cara tertentu. • Mintalah peserta untuk menjelaskan alasan mengapa petani sering menggunakan cara vegetatif untuk memperbanyak tanaman budidaya. • Tanyakan kepada peserta tentang pentingnya menjaga kelestarian tumbuhan dan apa yang dapat mereka lakukan. Sumber yang Bisa Digunakan: • LKS: Manfaatkan LKS yang telah disediakan oleh guru untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dan sesuai dengan kurikulum. • Internet (Google): Cari informasi tambahan melalui situs-situs pendidikan, ensiklopedia online, atau artikel ilmiah yang relevan. Beberapa situs yang bisa kamu coba adalah Wikipedia, Britannica, atau situs pendidikan dari lembaga-lembaga terpercaya. Tips Tambahan: • Visualisasi: Gunakan gambar atau video untuk memperjelas penjelasanmu. • Contoh Nyata: Berikan contoh-contoh nyata dari kehidupan sehari-hari agar materi lebih mudah dipahami. • Aktivitas: Siapkan beberapa aktivitas sederhana, seperti mengamati tumbuhan di sekitar sekolah atau membuat model bunga, untuk melibatkan peserta secara aktif. • Diskusi Kelompok: Bagi peserta menjadi beberapa kelompok kecil untuk mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan tertentu.   Slide 1: Judul • Perkembangbiakan Tumbuhan • Disusum Oleh : EPEN SUPENDI, S.Pd • Kelas : IX Slide 2: Pendahuluan • Apa itu Perkembangbiakan Tumbuhan? o Proses pembentukan individu baru pada tumbuhan untuk melestarikan jenisnya. o Penting bagi keberlangsungan hidup tumbuhan dan ekosistem. • Tujuan Pembelajaran: o Memahami jenis-jenis perkembangbiakan tumbuhan. o Mengetahui perbedaan perkembangbiakan vegetatif dan generatif. o Menerapkan pengetahuan tentang perkembangbiakan tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari. Slide 3: Perkembangbiakan Vegetatif • Pengertian: Perkembangbiakan tanpa melalui peleburan sel kelamin jantan dan betina. • Jenis-jenis Perkembangbiakan Vegetatif: o Alami:  Tunas (contoh: pisang, bambu)  Umbi lapis (contoh: bawang merah, bawang putih)  Umbi batang (contoh: kentang, ubi jalar)  Umbi akar (contoh: wortel, lobak)  Rimpang (contoh: jahe, kunyit)  Stolon atau geragih (contoh: stroberi, rumput teki)  Spora (contoh: paku-pakuan) o Buatan:  Stek (batang, daun, akar)  Cangkok  Okulasi  Merunduk • Gambar: Tampilkan gambar-gambar contoh tumbuhan yang berkembang biak secara vegetatif. Slide 4: Perkembangbiakan Generatif • Pengertian: Perkembangbiakan melalui peleburan sel kelamin jantan (serbuk sari) dan betina (ovum). • Proses: Penyerbukan dan pembuahan. • Organ Reproduksi Tumbuhan: Bunga (jelaskan bagian-bagian bunga dan fungsinya). • Gambar: Tampilkan gambar struktur bunga dan proses penyerbukan. Slide 5: Faktor yang Mempengaruhi Perkembangbiakan Tumbuhan • Faktor Internal: o Genetik (sifat bawaan tumbuhan) • Faktor Eksternal: o Cahaya matahari o Air o Suhu o Nutrisi o Kelembaban Slide 6: Penerapan Perkembangbiakan Tumbuhan dalam Kehidupan Sehari-hari • Pertanian: Perbanyakan tanaman budidaya (padi, jagung, buah-buahan) • Perkebunan: Perbanyakan tanaman perkebunan (karet, kelapa sawit) • Pelestarian: Perbanyakan tumbuhan langka Slide 7: Kesimpulan • Perkembangbiakan tumbuhan dapat terjadi secara vegetatif dan generatif. • Masing-masing jenis perkembangbiakan memiliki kelebihan dan kekurangan. • Penting untuk memahami perkembangbiakan tumbuhan agar kita dapat melestarikan keanekaragaman hayati. Slide 8: Terima Kasih • Terima kasih atas perhatiannya. • Waktu untuk tanya jawab. Tips Tambahan: • Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. • Sertakan gambar atau diagram untuk memperjelas materi. • Berikan contoh yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. • Buat suasana presentasi menjadi interaktif dengan mengajukan pertanyaan kepada peserta.   Slide 1: Halaman Judul • Judul : Perkembangbiakan Tumbuhan • Nama : EPEN SUPENDI, S.Pd • Kelas : IX • Sekolah : MTs PAMURUYAN • Gambar : Gambar tumbuhan yang sedang berbunga atau berbuah (misal, bunga matahari, pohon apel) Slide 2: Pendahuluan • Judul: Pentingnya Perkembangbiakan Tumbuhan o Gambar: Gambar hutan yang hijau dan subur. o Penjelasan:  Semua makhluk hidup, termasuk tumbuhan, perlu berkembang biak untuk mempertahankan jenisnya.  Perkembangbiakan tumbuhan sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan menyediakan sumber makanan serta oksigen bagi makhluk hidup lainnya. Slide 3: Jenis-Jenis Perkembangbiakan Tumbuhan • Judul: Cara Tumbuhan Berkembang Biak o Gambar: Diagram yang membagi perkembangbiakan menjadi dua bagian besar: vegetatif dan generatif. o Penjelasan:  Vegetatif: Perkembangbiakan tanpa melalui peleburan sel kelamin.  Generatif: Perkembangbiakan melalui peleburan sel kelamin jantan dan betina. Slide 4: Perkembangbiakan Vegetatif Alami • Judul: Perkembangbiakan Vegetatif Alami o Gambar: Kolom-kolom dengan gambar dan penjelasan masing-masing jenis perkembangbiakan vegetatif alami (tunas, umbi lapis, umbi batang, rimpang, stolon, spora). o Penjelasan:  Jelaskan masing-masing jenis dengan contoh tumbuhan yang mudah ditemui.  Tunjukkan kelebihan dan kekurangan masing-masing cara. Slide 5: Perkembangbiakan Vegetatif Buatan • Judul: Perkembangbiakan Vegetatif Buatan o Gambar: Diagram atau gambar yang menunjukkan proses stek, cangkok, okulasi, dan sambung pucuk. o Penjelasan:  Jelaskan langkah-langkah setiap cara perkembangbiakan buatan.  Sebutkan tujuan dari masing-masing cara. Slide 6: Perkembangbiakan Generatif • Judul: Perkembangbiakan Generatif o Gambar: Struktur bunga yang lengkap dengan keterangan bagian-bagiannya. o Penjelasan:  Jelaskan proses penyerbukan dan pembuahan.  Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi penyerbukan. Slide 7: Faktor yang Mempengaruhi Perkembangbiakan Tumbuhan • Judul: Faktor yang Mempengaruhi Perkembangbiakan o Gambar: Diagram atau gambar yang menunjukkan faktor internal dan eksternal. o Penjelasan:  Faktor internal (genetik): sifat bawaan tumbuhan.  Faktor eksternal (lingkungan): cahaya, air, suhu, nutrisi, kelembaban. Slide 8: Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari • Judul: Manfaat Perkembangbiakan Tumbuhan o Gambar: Kolase gambar tanaman hasil perkembangbiakan buatan (misal, tanaman buah-buahan yang seragam kualitasnya). o Penjelasan:  Pertanian: menghasilkan tanaman dengan kualitas unggul.  Perkebunan: memperbanyak tanaman perkebunan.  Pelestarian: menjaga kelestarian tumbuhan langka.  

HUKUM ARCHIMEDES

LISTRIK STATIS

PRAKTIK ZAT CAIR MTs PAMURUYAN

MATERI KELAS 9 KUMER SUHU, KALOR DAN PEMUAIAN

Selasa, 09 Juli 2024

KUMER IPA

Jumat, 01 April 2022

PANDUAN KEGIATAN SISWA DI BULAN AMADHAN

 

 

 


 

 

BUKU PANDUAN KEGIATAN SISWA DI BULAN AMADHAN



PENGERTIAN, SYARAT DAN RUKUN PUASA

 

Apa itu Puasa?

Puasa   ialah   menahan   diri   dari   makan   dan   minum   serta melakukan perkara-perkara yang boleh membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sehingga terbenamnya matahari.

 

Hukum Puasa

Hukum puasa terbagi  tiga yaitu :

Puasa pada bulan Ramadhan.

Puasa pada hari-hari tertentu.

Puasa pada hari-hari yang dilarang berpuasa.

 

Syarat Wajib Puasa


 

 

 

mengerjakannya.

 


Rukun Puasa


-tiap  malam  di  bulan


Ramadhan(puasa wajib) atau hari yang hendak berpuasa (puasa  sunat).  Waktu  berniat  adalah  mulai  dari terbenamnya matahari hingga terbit fajar.

tu  yang  dapat  membatalkan   puasa mulai terbit fajar hingga terbenam matahari.

 


 

Nama Siswa       :                                             Kelas                    :     Nama Sekolah   :                                                                            


Niat   merupakan   syarat   sah  puasa   Ramadhan   berdasarkan hadits  Nabi   shallallahu  „alaihi   wa   sallam,  di   mana   beliau bersabda, “Barangsiapa yang tidak   berniat puasa dari  waktu malam, tidak  ada puasa baginya.”

 

Niat adalah keinginan hati untuk berpuasa. Dengan demikian, siapa saja   yang   memasuki   waktu   sahur   dan   hatinya berkeinginan   untuk berpuasa, maka hal itu telah mencukupi.


 

 


Selain   itu,   niat   bertempat   di   hati   dan   mengucapkannya tidaklah dituntunkan.


sengaja


 


Wajib     berniat     di    malam     hari,     yaitu     dimulai     sejak terbenamnya matahari   hingga   terbitnya   fajar. Tidaklah mengapa    jika   seorang  berniat   puasa   Ramadhan  di   awal bulan dan  diniatkan untuk  satu bulan  penuh.  Meskipun, memperbarui  niat  di  setiap  malam  lebih diutamakan.

 

Syarat Sah Puasa


Melahirkan anak atau keguguran

 

 

 

 

 

Hari yang Disunatkan Berpuasa


 

 

 

 

 

 

 

bulan Islam)


 


dan buruk)


mengerjakan haji


 


kaum wanita

ri yang sah berpuasa.

 

Sunat Berpuasa


 

 

Hari yang diharamkan Berpuasa


 

 

 

 

 


 

 

 

makanan yang manis

 

 

 

 
Perkara Makruh Ketika Berpuasa


lat Maghrib


PERSIAPAN MENJELANG RAMADHAN

 

 

 
radhiallahu „anha mengatakan,  Saya  tidak  pernah melihat Nabi   shallallahu  „alaihi  wa  sallam lebih  banyak  berpuasa kecuali di bulan Syaban.” (HR. al-Bukhari  : 1969.)


 

hal lain


-kumur baik ketika berwudhu maupun hal-


 

 
mengatakan, "Saya  pernah  mempunyai  hutang  puasa Ramadhan,   dan   saya tidak mampu mengqadhanya  hingga bulan Sya‟ban tiba.” (HR. Muslim : 1146)

-Quran  dalam  rangka  mempersiapkan   diri  di


Hal yang membatalkan Puasa


bulan Ramadhan. Bulan  Syaban juga   dikenal  dengan syahr

al-Qurra, bulan para pembaca al-Quran.


 

Bagaimana kondisi kita dalam menghadapi bulan Ramadhan?

embali, dan menghadapkan  hati kepada Allah.

 

meminta   pertolongan      kepada      Allah      agar      mampu menjalankan  berbagai ibadah selama Ramadhan.

 

m-hukum agama seputar Ramadhan.

 

bulan Ramadhan seperti umrah  dan itikaf.

 

 
-buang waktu dan menjalin pertemanan  dengan  mereka  yang  bersemangat menjalankan ibadah.


Bacaan niat Sholat Sunnah Tarawih sebagai Imam :

Ushallii  sunnatat-tarowihi   rak‟ataini   mustaqbilal    qiblati

imaaman lillaahi ta‟aalaa

 

Artinya :

Saya   (berniat)   mengerjakan   Sholat   Sunnah   Tarawih,   dua raka‟at dengan menghadap kiblat, imam karena Allah  Ta‟ala.

 

 

Bacaan niat Sholat Sunnah Tarawih sendiri:

Ushallii  sunnatat-tarowihi   rak‟ataini   mustaqbilal    qiblati lillaahi ta‟aalaa.


 


 

pelaksanaan puasa.


 

 

-hilal.


Artinya :

Saya   (berniat)   mengerjakan   Sholat   Sunnah   Tarawih,   dua

raka‟at dengan menghadap  kiblat, karena  Allah  Ta‟ala.


 

 

 


SHALAT TARAWIH

 

Tatacara   Pelaksanaan   Shalat   Tarawih   pada  dasarnya   sama dengan  melaksanakan  shalat  wajib dan shalat sunah lainnya.


CONTOH RENUNGAN DIRI (MUHASABAH)

 

Kegiatan   : Renungan (Muhasabah) Diri

Salah  satu perbedaan  yang  mendasar  adalah  dalam  hal niat.

§

Mengingat kesalahan diri kepada Allah SWT

Berikut    ini    adalah Niat    Sholat    yang    sering    digunakan

§

Mengingat kesalahan diri kepada orang-orang terdekat

masyarakat   khususnya  Indonesia saat  hendak  melaksanakan

§

Mensyukuri nikmat yang telah diberi Allah SWT

Sholat Tarawih:

§

Memohon ampunan Allah SWT dan bertekad memperbaiki

 

 

diri dengan    kesungguhan

Bacaan niat Sholat Sunnah Tarawih sebagai makmum :

 

 

 

 
Tujuan  :


 

 

 

 

 

 

 

 


Ushallii  sunnatat-tarowihi   rak‟ataini   mustaqbilal    qiblati

makmuuman lillaahi ta‟aalaa.

 

Artinya  : Saya (berniat)  mengerjakan  Sholat Sunnah  Tarawih, dua  raka‟at dengan menghadap kiblat, makmum karena Allah Ta‟ala.


Uraian renungan : Sahabatku,

Cermin adalah benda bisu. Namun kebisuannya telah memberikan   penilaian   jujur  terhadap  diri  kita.  Ketika  kita berdiri di hadapannya dan menatapnya lekat-lekat, cermin tak pernah  berdusta  kepada  diri  kita.  Ia akan  mengatakan  yang benar, tanpa rasa takut atau malu.


 

 

Berkacalah  dan lihatlah diri kita ! Tataplah  kedua mata kita ! Renungkanlah   betapa  Allah  telah  menyempurnakan  kedua mata kita.

 

Namun apa yang telah kita perbuat dengan kedua mata ini ? Apakah  kedua  mata  ini  selalu  menitikkan  air  mata    untuk mengingat dosa-dosa yang telah kita perbuat ?

Apakah kedua mata kita banyak membaca ayat-ayat Allah ? Lihatlah dengan cermat !

 

 

 
Betapa kedua mata kita telah banyak bermaksiat kepada-Nya.

 

Sahabatku,

Sungguh Allah telah memberi nikmat penglihatan untuk digunakan   dengan   benar  dan  baik.  Allah  telah  berfirman dalam  Al Quran, bahwa jika kita  bersyukur atas  nikmat yang diberikan-Nya, niscaya  Allah  Azza  Waja‟ala  akan    menambah nikmat  kita.  Namun  bila  kita  mengingkarinya,     maka  azab Allah amat pedih.

 

 

 

SHALAT IDUL FITRI

 

Tatacara Pelaksanaan Shalat Idul Fitri :

Dua    roka‟at   berjama‟ah,  dengan    tujuh    takbir    di    roka‟at pertama   (selain  takbirotul  ihrom) dan  lima  takbir  di roka‟at kedua (selain takbir intiqol  atau takbir berpindah  dari rukun yang satu ke rukun yang lain). Adapun tata caranya adalah sebagai berikut :

 

1.    Memulai  dengan  takbiratul  ihrom,  sebagaimana   shalat- shalat lainnya.

 

2. Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak tujuh    kali    takbir    (selain  takbiratul    ihrom)    sebelum memulai    membaca     Al    Fatihah.     Boleh    mengangkat


tangan ketika   takbir-takbir   tersebut   sebagaimana   yang dicontohkan     oleh       Ibnu        „Umar.        Ibnul    Qayyim mengatakan,     “Ibnu       „Umar      yang     dikenal     sangat meneladani   Nabi     shallallahu „alaihi wa sallam biasa mengangkat tangannya dalam setiap takbir.”

 

 

 

 
3.  Di  antara  takbir-takbir   yang  ada  tadi  tidak  ada  bacaan dzikir   tertentu.   Namun   ada sebuah   riwayat   dari   Ibnu Mas‟ud,     ia      mengatakan,     “Di     antara      tiap      takbir, hendaklah menyanjung dan  memuji Allah.”   Syaikhul Islam mengatakan bahwa sebagian salaf di antara tiap takbir membaca  bacaan,  Subhanallah  wal  hamdulillah   wa  laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii (Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan  yang  benar  untuk  disembah  selain  Allah.  Ya Allah,  ampunilah aku dan  rahmatilah aku).”

 

4.      Kemudian   membaca   Al   Fatihah,   dilanjutkan   dengan membaca surat lainnya. Surat yang dibaca   oleh   Nabi shallallahu  „alaihi   wa   sallam   adalah  surat    Qaaf    pada raka‟at    pertama  dan     surat     Al    Qomar     pada     raka‟at kedua.   Ada    riwayat   bahwa   Sayyidina   Umar   bin    Al Khattab  pernah  menanyakan  pada Waqid  Al Laitsiy mengenai     surat    apa    yang    dibaca    oleh    Rasulullah shallallahu  „alaihi   wa   sallam  ketika  shalat  „Idul  Adha dan    „Idul   Fithri.    Ia   pun  menjawab, Nabi   shallallahu

„alaihi   wa   sallam  biasa  membaca  “Qaaf,    wal    qur‟anil majiid (surat  Qaaf)  dan  “Iqtarobatis saa‟atu  wan  syaqqol qomar” (surat  Al Qomar).” [HR. Muslim no. 891]

 

Boleh   juga     membaca   surat     Al    A‟laa    pada     raka‟at pertama  dan   surat   Al  Ghosiyah  pada  rakaat kedua. Dan jika   hari   „ied  jatuh   pada    hari   Jum‟at,   dianjurkan  pula membaca surat  Al A‟laa pada  raka‟at pertama dan  surat  Al Ghosiyah  pada   raka‟at  kedua,  pada   shalat  „ied  maupun shalat    Jum‟at.     Dari     An    Nu‟man     bin     Basyir,     Nabi shallallahu  „alaihi  wa  sallam bersabda,


 


Rasulullah shallallahu  „alaihi  wa  sallam biasa membaca dalam shalat „ied maupun shalat Jum‟at    Sabbihisma robbikal  a‟la”  (surat   Al  A‟laa)  dan   Hal   ataka   haditsul ghosiyah” (surat   Al  Ghosiyah).”

An   Nu‟man   bin   Basyir   mengatakan  begitu  pula   ketika hari   „ied bertepatan dengan hari  Jum‟at, beliau membaca kedua    surat    tersebut    di   masing-masing    shalat".[HR. Muslim no. 878.]

 

5.  Setelah   membaca   surat,   kemudian   melakukan   gerakan

 

 

 
shalat seperti biasa (ruku, i‟tidal,  sujud,  dst).

 

6.  Bertakbir ketika bangkit untuk mengerjakan raka‟at kedua.

 

7.  Kemudian  bertakbir  (takbir  zawa-id/tambahan)  sebanyak lima    kali     takbir     (selain     takbir  bangkit  dari  sujud) sebelum memulai membaca Al Fatihah.

 

8. Kemudian   membaca   surat  Al  Fatihah   dan  surat  lainnya sebagaimana   yang  telah disebutkan di atas.

 

9. Mengerjakan gerakan lainnya hingga salam.

 

 

 

 

 

 

HAPALAN DOA SEHARI-HARI

 

1. Doa Sebelum tidur

“Bismika Allohumma ahyaa wa amuut

Artinya:   Dengan  nama-Mu ya  Alloh  aku  hidup  dan  aku

mati”

 

2. Doa bangun tidur

Alhamdulillahilladzii ahyaa naa  ba‟da maa  amaa  tanaa wa ilaihin nusyuur


Artinya:  Segala  puji bagi Alloh yang telah menghidupkan kami  setelah  mati  dan  hanya  kepada-Nya  kami dikembalikan”

 

3. Doa Masuk WC

Allohumma  innii  a‟udzubika minal  khubutsi  wal  khaba

its”

Artinya:  “Ya Alloh, sesungguhnya aku  berlindung kepada-

Mu dari segala kejahatan dan kotoran”

 

 

 

 
4. Doa Keluar WC

Alhamdulillahil ladzii adzhaba annil adza  wa aafaniiArtinya:  Segala puji bagi Alloh, yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan  yang telah menyelamatkan aku”

 

5. Doa Sebelum Berwudhu‟

Alhamdulillahil ladzii ja‟alal maa  athohuuraa

Artinya:  Segala puji  bagi Allah,  yang telah menjadikan air ini suci”

 

6. Doa Setelah Berwudhu‟

Asyhaduallaa ilaaha  illalloh  wahdahula  syariikalah.   Wa asyhaduanna muhammadan „abduhu wa rosuluh. Allohummaj‟alnii minattawwabiina  waj‟alnii  minal mutathohiriina waj‟alnii  min  ibadikash sholihin”

Artinya:  Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Alloh dan tiada sekutuh  baginya.  Dan aku bersaksi  nabi Muhammad hamba  dan  utusan-Nya.   Ya  Allah  jadikanlah   aku  orang yang ahli taubat  dan jadikanlah  aku orang  yang suci dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang shaleh”

 

 

7. Doa Sebelum Makan

Allohumma   baariklanaa   fiimaa   razaqtanaa   wa    qinaa

„adzabannaar”


 


Artinya:  Ya Alloh, berikanlah kami  keberkahan di  dalam sesuatu yang telah engkau rizkikan kepada kami dan peliharalah kami  dari sika api neraka”

 

8. Doa Sesudah Makan

Alhamdulillahil  ladzi  ath‟amanaa wa  saqoonaa wa ja‟alanaa minal muslimiin”

Artinya:  Segala puji  bagi  Alloh,  yang  telah  memberikan kami   makan   dan   minum   dan   telah   menjadikan   kami sebagai orang-orang muslim”

 

9. Doa Masuk Rumah

Allohumma  inni   as   asluka  khairal    muulaji  wa   khairal

mukhraji  bismillahi  wa  lajnii  wa  bismillaahi  kharajnii  wa

„alallohi tawakkalnii”

Artinya:   “Ya  Alloh, sesungguhnya  aku  memohon  kepada engkau  kebaikan  rumah  yang  aku  masuki  dan  kebaikan rumah yang aku tinggalkan. Dengan nama Alloh aku keluar rumah  dan kepada Allah  aku berserah diri”

 

 

 

 
10.   Doa Keluar Rumah

“Bismillaahi    tawakkaltu    „alallahi     wa     laa     haula    wa laaquwata illaa  billaah”

Artinya:   “Dengan nama Allah,   aku  berserah  diri  kepada- Nya dan tidak ada daya dan kekuatan melaikan dengan pertolongan Allah

 

 

 

 

11.   Doa Akan Belajar

Rodhitu  billaahi  rabba   wabil  islamidiina  wabil muhammadi  nabiya wa rosululloh, Allohumma zidni „ilman war zuqnii fahman”

Artinya:  Aku ridho Alloh Tuhanku dan  islam agamaku dan Muhammad   nabi   dan   rasulku.   Ya  Alloh   tambahkanlah ilmuku dan  berikanlah kefahaman kepadaku”


12.   Doa Setelah Belajar

Allohumma  innii  astaudi  uka  maa   „allamtanniihi fardudhu ilayya  „indahaajatii  ilaihi wa  laa  tansaniihi yaa rabbal „alamiin

Artinya:  “Ya Alloh, sesungguhnya aku  titipkan kepada-Mu, apa  yang  telah  engkau  berikan  kepadaku,  maka kembalikan  ia  kepada  ku  ketika  aku  membutuhkan   nya. Dan  janganlah  kau  buat  aku  lupa  padanya  wahai  Tuhan seru  sekalian alam

 

13.   Doa Masuk Mesjid

Allohummaghfirlii   dzunuubii   waftahlii   abwaaba rahmatik”

Artinya:    Ya   Alloh,   Ampunilah   dosaku   dan    bukanlah

bagiku pintu rahmat-Mu”

 

14.   Doa Keluar Mesjid

 

 

 
Allohummaftahlii abwaaba fadhlik”

Artinya:  “Ya Alloh, bukanlah bagiku pintu-pintu anugerah-

Mu”

 

15.   Doa Untuk  Ibu dan Bapak

Allohummaghfirlii  wa  liwaalidayya  warhamhumaa kama rabbayaanii shoghiro

Artinya:  “Ya Alloh, Ampunilah aku  dan  kedua orang tuaku, dan kasihanilah  keduanya  sebagaimana  mereka mengasihi aku sejak  kecil

 

16.   Doa Kebaikan Dunia dan Akhirat

Robbanaa atinaa fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah wa qinaa adzabannaar”

Artinya:  Ya Tuhan  kami,   berilah kami  kebaikan di  dunia dan kebaikan  di akhirat dan peliharalah  kami dari siksaan api neraka”


 

TUGAS HAPALAN SURAT SURAT PENDEK

 

 

EVALUASI PROGRAM HARIAN SISWA (Beri Tanda Ceklist )

 

 

 

 

 

 

No

Nama Surat

Paraf Guru

1

Qs. 114, Surat AnNaas (Manusia)

 

2

Qs. 113, Surat Al-Falaq (Waktu Subuh)

 

3

Qs. 112, Surat Al-Ikhlash (Memurnikan

Keesaan Allah)

 

4

Qs. 111, Surat Al-Lahab (Gejolak Api)

 

5

Qs. 110, Surat An-Nashr (Pertolongan)

 

6

Qs. 109, Surat Al-Kaafirun (Orang-orang

Kafir)

 

7

Qs. 108, Surat Al-Kautsar (Nikmat yang

Banyak)

 

8

Qs. 107, Surat Al-Mauun (Barang-barang

yang Berguna)

 

9

Qs. 106, Surat Al Quraisy (Suku Quraisy)

 

10

Qs. 105, Surat Al Fiil (Gajah)

 

11

Qs. 104, Surat Al Humazah (Pengumpat)

 

12

Qs. 103,  Surat Al ‟Ashr (Masa)

 

13

Qs. 102, Surat At-Takaatsur (Bermegah-

megah)

 

14

Qs. 101,  Surat Al Qori‟ah (Hari Kiamat)

 

15

Qs. 100, Surat Al ‟Adiyat (Kuda Perang)

 

16

Qs. 99, Surat Az Zalzalah (Kegoncangan)

 

17

Qs. 98, Surat Bayyinah (Bukti)

 

18

Qs. 97, Surat Al Qadr (Kemuliaan)

 

19

Qs. 96, Surat Al ‟Alaq (Segumpal Darah)

 

 

 

 

RINGKASAN CERAMAH RAMADHAN

 


RINGKASAN CERAMAH RAMADHAN

 

 

Nama Penceramah                  : …………. Judul                                        : …………. Hari/ Tanggal                          : …………. Tempat                                    : …………. Isi / Ringkasan Ceramah         :  ……………

 

 

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

 
………………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

Mengetahui,

 

Orang Tua                                               Penceramah/Pengurus DKM


 

Nama Penceramah                  : …………. Judul                                        : …………. Hari/ Tanggal                          : …………. Tempat                                    : …………. Isi / Ringkasan Ceramah         :  …………………

 

 

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

………………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

Mengetahui,

 

Orang Tua                                               Penceramah/Pengurus DKM


 


RINGKASAN CERAMAH RAMADHAN


RINGKASAN CERAMAH RAMADHAN


 

 

Nama Penceramah

: ………….

Nama Penceramah

: ………….

Judul

: ………….

Judul

: ………….

Hari/ Tanggal

: ………….

Hari/ Tanggal

: ………….

Tempat

: ………….

Tempat

: ………….

Isi / Ringkasan Ceramah

:  …………………

Isi / Ringkasan Ceramah

:  …………………

 

 


 

 

 
……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

Mengetahui,

 

Orang Tua                                               Penceramah/Pengurus DKM


……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

 

 
……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

………………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

Mengetahui,

 

Orang Tua                                               Penceramah/Pengurus DKM


 


RINGKASAN CERAMAH RAMADHAN


RINGKASAN CERAMAH RAMADHAN


 

 

Nama Penceramah

: ………….

Nama Penceramah

: ………….

Judul

: ………….

Judul

: ………….

Hari/ Tanggal

: ………….

Hari/ Tanggal

: ………….

Tempat

: ………….

Tempat

: ………….

Isi / Ringkasan Ceramah

:  …………………

Isi / Ringkasan Ceramah

:  ……………………………

 

 


 

 

 
……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

Mengetahui,

 

Orang Tua                                               Penceramah/Pengurus DKM


……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

…………………….

……………………….

……………………….

 

 

 
……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

Mengetahui,

 

Orang Tua                                               Penceramah/Pengurus DKM


 


RINGKASAN CERAMAH RAMADHAN


RINGKASAN CERAMAH RAMADHAN


 

 

Nama Penceramah

: ………….

Nama Penceramah

: ………….

Judul

: ………….

Judul

: ………….

Hari/ Tanggal

: ………….

Hari/ Tanggal

: ………….

Tempat

: ………….

Tempat

: ………….

Isi / Ringkasan Ceramah

:  …………………

Isi / Ringkasan Ceramah

:  …………………

 

 


 

 

 
……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

Mengetahui,

 

Orang Tua                                               Penceramah/Pengurus DKM


……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

 

 
……………………….

……………………….

……………………….

…………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

Mengetahui,

 

Orang Tua                                               Penceramah/Pengurus DKM


 


RINGKASAN CERAMAH RAMADHAN


RINGKASAN CERAMAH RAMADHAN


 

 

Nama Penceramah

: ………….

Nama Penceramah

: ………….

Judul

: ………….

Judul

: ………….

Hari/ Tanggal

: ………….

Hari/ Tanggal

: ………….

Tempat

: ………….

Tempat

: ………….

Isi / Ringkasan Ceramah

:  ………………………

Isi / Ringkasan Ceramah

:  …………………………

 

 


 

 

 
……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

Mengetahui,

 

Orang Tua                                               Penceramah/Pengurus DKM


……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

 

 
……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

Mengetahui,

 

Orang Tua                                               Penceramah/Pengurus DKM


 


RINGKASAN CERAMAH RAMADHAN


RINGKASAN CERAMAH RAMADHAN


 

 

Nama Penceramah

: ………….

Nama Penceramah

: ………….

Judul

: ………….

Judul

: ………….

Hari/ Tanggal

: ………….

Hari/ Tanggal

: ………….

Tempat

: ………….

Tempat

: ………….

Isi / Ringkasan Ceramah

:  …………

Isi / Ringkasan Ceramah

:  …………………

 

 


 

 

 
……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

…………………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

Mengetahui,

 

Orang Tua                                               Penceramah/Pengurus DKM


……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………………….

……………………….

……………………….

 

 

 
……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

Mengetahui,

 

Orang Tua                                               Penceramah/Pengurus DKM


 


RINGKASAN CERAMAH RAMADHAN


RINGKASAN CERAMAH RAMADHAN


 

 

Nama Penceramah

: ………….

Nama Penceramah

: ………….

Judul

: ………….

Judul

: ………….

Hari/ Tanggal

: ………….

Hari/ Tanggal

: ………….

Tempat

: ………….

Tempat

: ………….

Isi / Ringkasan Ceramah

:  …………………

Isi / Ringkasan Ceramah

:  …………………

 

 


 

 

 
……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

Mengetahui,

 

Orang Tua                                               Penceramah/Pengurus DKM


……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

…………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

 

 
……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

Mengetahui,

 

Orang Tua                                               Penceramah/Pengurus DKM


 

RINGKASAN CERAMAH RAMADHAN


RINGKASAN CERAMAH RAMADHAN


 

 

Nama Penceramah

: ………….

Nama Penceramah

: ………….

Judul

: ………….

Judul

: ………….

Hari/ Tanggal

: ………….

Hari/ Tanggal

: ………….

Tempat

: ………….

Tempat

: ………….

Isi / Ringkasan Ceramah

:  …………………

Isi / Ringkasan Ceramah

:  …………………

 

 


 

 

 
……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

Mengetahui,

 

Orang Tua                                               Penceramah/Pengurus DKM


……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

 

 
……………………….

……………………….

…………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

……………………….

 

Mengetahui,

 

Orang Tua                                               Penceramah/Pengurus DKM

MEDIA PEMBELAJARAN IPA